STRATEGI MENGURANGI PRODUK CACAT PADA PENGECATAN BOILER STEEL STRUCTURE DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. CIGADING HABEAM CENTER
Abstract
Pengendalian kualitas merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengurangi ataupun meminimalisasi produk yang cacat. Perusahaan dapat menganalisis cacat pada suatu produk dengan menggunakan salah satu metode pengendalian kualitas yaitu Six Sigma sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kualitas dengan mengedepankan konsep bahwa hanya akan ada 3,4 cacat produk untuk setiap 1 (satu) juta produk yang di produksi. Tahap konsep yang akan dirumuskan dengan konsep DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pada PT. Cigading Habeam Center, terutama dalam proses hasil akhir pengecatan produk Boiler Steel Structure (Finish Coat) yang sering terjadi cacat pengecatan. Hasil penelitian ini ditemukan 7 (tujuh) cacat pengecatan pada Boiler Steel Structure selama periode Februari 2018 sampai dengan Maret 2019 yaitu Sagging, Orange Peel, Low DFT, Cracking, Dust Spray, Not Uniform dan Pinhole. Berdasarkan hasil dari identifikasi sumber terjadinya dari cacat yang terjadi dikarenakan faktor manusia, metode, material dan tools. Dari perhitungan tingkat sigma dan DPMO didapatkan hasil rata-rata level sigma yaitu 3,92 dengan nilai DPMO 13166,43. Berdasarkan Pareto Diagram, perbaikan difokuskan pada 3 jenis cacat yang terjadi dengan persentase masalah yang harus dituntaskan 80% sesuai hukum pareto yaitu Sagging dengan persentase (38,16%), Orange Peel dengan persentase (25,65%) dan Low DFT dengan persentase (19,06%). Ketiga cacat tersebut di analisis menggunakan Fishbone Diagram untuk menggambarkan penyebab terjadinya cacat. Pada tahap Improve (perbaikan) dilakukan usulan perbaikan dengan metode 5W+1H sebagai metode untuk pertimbangan perusahaan dalam menerapkan kualitas yang lebih baik dengan dibantu alat statistik untuk mempermudah dalam tahap pengontrolan. Diusahakan perusahaan dapat melakukan penerapan Six Sigma dengan tahap DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control) kedepannya untuk meningkatkan kualitas dengan harapan yaitu tidak terjadinya cacat atau zero defect yang bermanfaat bagi kondisi ideal perusahaan.
References
Charles G. Salmon., E. Johnson. 1991. Struktur Baja (Desain dan Perilaku Jilid 2). Jakarta: Erlangga.
Gaspersz, Vincent. 2002. Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi dengan ISO 9001:2000, MBANQA & HACCP. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Gaspersz, Vincent. 2005. Total Quality Management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ginting, Meriastuti., Chandra, Elisa. 2010. Penerapan Metode Six Sigma untuk Menurunkan Jumlah Cacat pada Divisi Painting PT. Roda Prima Lancar Tangerang. Vol. 9 No. 17, Mei-Agustus 2010. Jakarta: Universitas Kristen Krida Wacana.
Hassan, M. K. (2013). Applying Lean Six Sigma for Waste Reduction in a Manufacturing Environment. American Journal of Industrial Engineering https://doi.org/10.12691/AJIE-1-2-4
Heizer, Jay., Render, Barry. 2013. Operations Management-Manajemen Operasi. Edisi 11. Jakarta: Salemba Empat.
Irwan., Haryono, Didi. 2015. Pengendalian Kualitas Statistik (Pendekatan Teoritis dan Aplikatif). Bandung.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2015. Pedoman Perlindungan Komponen Baja Jembatan dengan Cara Pengecatan. Jakarta.
Krisnaningsih, Erni. 2019. Pengantar Teknik Industri (Introduction to Industrial and Systems Engineering). Serang.
Munawaroh, Munjiati. 2015. Manajemen Mutu Terpadu. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Pande, Neumann., Roland R. Cavanagh. 2002. The Six Sigma Way Bagaimana GE, Motorola dan Perusahaan Terkenal Lainnya Mengasah Kinerja Mereka. Yogyakarta: ANDI.
Parwati, Cyrilla Indri., Sakti, Rian Mandar. 2012. Pengendalian Kualitas Produk Cacat dengan Pendekatan Kaizen dan Analisis Masalah dengan Seven Tools. Yogyakarta.
Pete dan Holpp. 2002. What is Six Sigma. Yogyakarta: ANDI.
Prihantoro, C. Rudy. 2012. Konsep Pengendalian Mutu. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sachin S. dan Dileeplal J. 2017. Six Sigma Methodology for Improving Manufacturing Process in a Foundry Industry. Vol. 4, Issue 5, May 2017 International Journal of Advanced Engineering Research and Science (IJAERS): College of Engineering and Management. India.
Siallagan, Icen Ritme Parlindungan., Redantan, Dadang., Arifin, Zaenal. 2016. Pengendalian Reject Contamination on Marking pada Proses Marks Scan Pack (MSP) dengan Pendekatan Six Sigma. Vol. 4, No. 1: 37-46. Pekanbaru: Universitas Riau.
Sirine, Hani., Kurniawati, Elisabeth Penti. 2017. Pengendalian Kualitas menggunakan Metode Six Sigma (Studi Kasus pada PT. Diras Concept Sukoharjo). Vol. 02 No. 03, September 2017. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Susetyo, Joko. 2011. Aplikasi Six Sigma DMAIC dan Kaizen sebagai Metode Pengendalian dan Perbaikan Kualitas Produk. Jurnal Teknologi. Volume 4 No. 1 61-53. Yogyakarta: Institut Sains & Teknologi AKPRIND.
Tannady, Hendy. 2015. Pengendalian Kualitas. Yogyakarta.
Tannady, Hendy., Chandra, Calvin. 2016. Analisis Pengendalian Kualitas dan Usulan Perbaikan pada Proses Edging di PT. Rackindo Setara Perkasa dengan Metode Six Sigma. Journal of Industrial Engineering & Management Systems. Vol. 9 No. 2, August 2016.
Wahyuningtyas, Ayudya Tri., Mustafid., Prahutama, Alan. 2016. Implementasi Metode Six Sigma menggunakan Grafik Pengendali EWMA sebagai Upaya Meminimalisasi Cacat Produk Kain Grei. Vol. 5 No. 1, 2016: 61-70. Semarang: Universitas Diponegoro.
Widiyawati, Sri., Assyahlafi, Sebtian. 2017.Perbaikan Produktivitas Perusahaan Rokok Melalui Pengendalian Kualitas Produk dengan Metode Six Sigma. JIEM Vol. 2 No. 2, Desember 2017. Malang: Universitas Brawijaya.
Windarti, Tantri. 2014. Pengendalian Kualitas untuk Meminimasi Produk Cacat pada Proses Produksi Besi Beton. Vol IX No. 3, September 2014. Surabaya: STMIK.