ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR FORKLIFT BERDASARKAN %CVL DAN NASA TLX

Authors

  • Eka Indah Yuslistyari UNIVERSITAS SERANG RAYA
  • Arifiatul Hasanah UNIVERSITAS SERANG RAYA
  • Rifqi Dwi Andhika UNIVERSITAS SERANG RAYA

Keywords:

Beban Kerja, Operator, Forklift

Abstract

PT. Krakatau Bandar Samudera merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan jasa cargo dimana forklift berperan penting pada kegiatan pengangkatan dan pemindahan barang. Pengoperasian forklift dalam durasi yang lama menyebabkan faktor bahaya yang dapat berpengaruh pada keselamatan dan kesehatan operator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar beban kerja fisik dan beban kerja mental operator forklift dan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi beban kerja fisik dan beban kerja mental. Penelitian ini melibatkan 4 orang operator forklift. Metode penelitian menggunakan metode Cardiovascular Load (% CVL) dengan cara pengukuran 10 denyut nadi dan National Aeronautics and Space Administration – Task Load Index (NASA-TLX). Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai % CVL operator forklift sebesar 24.78 artinya tidak terjadi pembebanan yang berarti dalam menjalankan pekerjaannya dan tidak diperlukan perbaikan sedangkan hasil penelitian menggunakan metode NASA-TLX didapatkan rata-rata nilai sebesar 53.32 artinya operator dalam kategori beban kerja tinggi dan diperlukan perbaikan. Rekomendasi usulan perbaikan bagi operator dengan beban kerja mental tertinggi yaitu penambahan operator, operator berpindah tempat pekerjaan, mendengarkan musik disela sela jam kerja, liburan untuk refresh pikiran, dan reward.

References

Astuty, M. S., Caecilla, S. W., dan Yuniar. (2013). “Tingkat Beban Kerja Mental Masinis Berdasarkan NASA-TLX (Task Load Index) di PT. KAI. DaOp. II Bandung”. Jurnal Online Institute Teknologi Nasional. 1 (1), 69-77.
Atiqoh, W. dan Lestyanto (2014). “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Konveksi Bagan Penjahitan di CV. Aneka Garment Gunung Pati Semarang. Jurnal kesehatan masyarakat. 2(2)
Bora, M.A. (2016). “Analisis Tingkat Beban Kerja Operator Packing dengan Metode NASA-TLX (Task Load Index) di PT. Gembira.” Jurnal JT-IBSI. 1 (1), 33-42.
Daniaty, D. D dan Mulyadi, Z. (2016). “Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental Karyawan Pada Lantai Produksi di PT. Pesona Laut Kuning. “ Jurnal Sains, Teknologi, dan Industri. 13 (2), 203-210.
Fithri, P dan Anisa, F. (2017). “Pengukuran Beban Kerja Psikologis dan Fisiologis Pekerja di Industri Tekstil”. Jurnal Optimasi Sistem Industri. 16. (2), 120-130.
Hakiim, A. H. Suhendar, W. dan Sari, D. A. (2018). “Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental Menggunakan CVL dan NASA-TLX Pada Divisi Produksi PT. X.” Jurnal Unsika. 3(2), 141-146.
Hima, A. F. dan Umami, M. K. (2011). “Evaluasi Beban Kerja Operator Mesin Pada Departemen Log and Veeneeer Preparation di PT. XYZ”. Jurnal Teknik dan Manajemen Industri. 6(2), 106-113.
Iridiastadi, H. (2016). Ergonomi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Maretno, A dan Haryono (2015), “Analisa Beban Kerja Fisik dan Mental dengan Menggunakan Work Sampling dan NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Operator”. Jurnal Dinamika Rekayasa. 11 (2), 1858-3075
Mutia, M. (2014). “Pengukuran Beban Kerja Fisiologis dan Psikologis Pada Operator Pemetikan Teh Hijau di PT. Mitra Kerinnci. “ Jurnal Optimasi Sistem Industri. 13 (1), 503-517.
Nurfajriah dan Ruslani. L. (2015). “Analisis Beban Kerja Fisiologi Dan Psikologi Karyawan Pembuatan Baju di PT. Jaba Garmindo Majalengka. “Jurnal Bina Teknika. 11 (2), 114-123.
Nurjannah, dkk (2014). “Hubungan Antara Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Bagian Cutting PT. Dan Laris Banaran Kabupaten Sukoharjo. Naskah Publikasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta,
Nurliah, A. (2012). “Analisis Risiko Musculoskeletel Disorders (Msds) Pada Operator Forklift di PT. LLI. Tesis pada Universitas Indonesia. Tidak diterbitkan.
Nurmianto, E. (1996). Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Guna Widya.
Nurvitarini, D., Rahman, A., dan Yuniarti, R. (2015). “Penentuan Jumlah Operator Berdasarkan Analisa Beban Kerja Fisik dengan Pertimbangan Cardiovascular Load di Pabrik Gondorukem dan Terpentin Garahan Jember”. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri. 3. (3).
Prasetya, Y. D. (2016). “Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental Untuk Mengurang Tingkat Kelelahan Pekerja di CV. Sumber Jaya Furniture”. Skripsi pada Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tidak diterbitkan.
Puteri, R.A.M & Sukarna, Z.N.K. (2017). “Analisis Beban Kerja dengan Menggunakan Metode % CVL dan NASA TLX di PT. ABC“. Jurnal Spektrum Industri. 15. (2), 121-255.
Saputra, A.A. (2018). “Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental Pembuatan Mie Soun Menggunakan Metode CVL dan NASA TLX Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2018.” Skripsi pada Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tidak diterbitkan.
Sari, R.I.P. (2017). “Pengukuran Beban Kerja Karyawan Menggunakan Metode NASA TLX di. PT. Tranka Kabel. “Jurnal Sosio E-Kons. 9 (3), 223-231.
Sasongko, dkk. (2017). “Penilaian Beban Kerja Karyawan Unit Mikro Bank Menggunakan Metode NASA TLX.” Jurnal Teknik Industri. 5 (1).
Siswantiningsih, K. A. (2010), “Perbedaan Denyut Nadi Sebelum dan Sesudah Bekerja Pada Iklim Kerja Panas di Unit Workshop PT. Indo Acidatama Tbk Kemiri, Kebakkaramat Karanganyar”. Skripsi pada Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tidak diterbitkan.
Tarwaka, PGDIp. (2015). Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Solo: Harapan Press.
Wahyuniardi, R. dan Syafe’i, Y. (2014). “Analisis Beban Kerja Koordinator dan Manager Menggunakan Metode NASA-TLX”. Seminar Nasional IENACO. ISSN: 2337-4349, 71-78.
Widiatmaka, N. W. (2018). ”Desain Sistem Optimalisasi Beban Kerja Dalam Meningkatkan Produktivitas”. Skripsi pada Universitas Islam Indonesia. Tidak diterbitkan.

Downloads

Published

2022-06-24

Issue

Section

Articles

How to Cite

ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR FORKLIFT BERDASARKAN %CVL DAN NASA TLX. (2022). Jurnal Intent: Jurnal Industri Dan Teknologi Terpadu, 5(1), 52-62. http://ejournal.lppm-unbaja.ac.id/index.php/intent/article/view/2268