PERAN PELAKSANA PENYULUHAN HUKUM KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM BANTEN DALAM SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NO. 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA

  • Ratu Mimi Darniasih Universitas Banten Jaya
  • Anton Aulawi Universitas Banten Jaya
Keywords: The Role of Implementing Legal Education, Fiduciary Guarantee, Legal Awareness

Abstract

This research is motivated by my interest in the problem of the persistence of the phenomenon of forced withdrawal of installment vehicles in the City and Regency of Serang. based on observations in the Pasir Masjid Kampung Gembor Village, Binuang Subdistrict, Serang District, through an interview with Mr. Topik, a resident of Kampung Pasir Masjid who bought a vehicle on credit through a consumer finance institution and experienced defaults but at the time of being withdrawn byThe consumer finance institution, Mr Topik, can retain its graceful items because without proper procedures. the purpose of this research is to find out, understand and examine the role and obstacles of implementing legal counsel in Banten Regional Office of the Ministry of Law and Human Rights in the socialization of Law No.42 of 1999 concerning Fiduciary Guarantees to increase legal awareness. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. the results of this study indicate the existence of (1) the role of implementing legal counseling in the Regional Office of the Ministry of Law and Human Rights of Banten having carried out their role as legal counselors by providing counseling both directly and indirectly and through collaboration with relevant agencies. specifically in Kampung Pasir Masjid in collaboration with LBH KKPMP. (2) Constraints faced include factors in the area; limited budget; HR in Kemenkumham is limited; legal counseling material is not just about fiduciary, and many people are still laymen regarding fiduciary law.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Sumber Buku
Badan Penelitian dan Pengembangan HAM Kementrian Hukum dan HAM RI (2015). Peran Tokoh Agama dalam Pencegahan dan Penghentian Konflik Berbasis Agama : Cet.1.Jakarta: Percetakan Pohon Cahaya Jakarta.
Dr. C. Asri Budiningsih. (2013). Pembelajaran Moral : Cet.2. Jakarta : Rineka Cipta.
D.Y.Witanto. (2015). Hukum Jaminan Fidusia Dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen:Cet.1. Bandung: Mandar Maju.
Gunawan Widjaja. (2000). Jaminan Fidusia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Jacobus Ranjabar. (2013). Sistem Sosial Budaya Indonesi:Suatu Pengantar. Bandung: Alfabeta.
Kamanto Sunarto. (2004). Pengantar Sosiologi : Cet.9. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Lauriensius Arliman S. (2015). Penegakan Hukum dan Kesadaran Masyarakat : Ed.1, Cet.1. Yogyakarta : Deepublish.
Rachmat Syafe’i. (2000). Fikih Muamalah: Cet.10. Bandung: Pustaka Setia.
Salim HS. (2016). Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia:Cet.9. Jakarta: Rajagrafndo Persada.
Satrio, J.(1986). Hukum Jaminan Kebendaan. Bandung:Citra Aditya Bakti.
Soewarso, Indrawati, (2002). Aspek Hukum Jaminan Kredit. Jakarta:Institut BankirIndonesia.
Subekti. (2005). Hukum Perjanjian: Cet.27:Jakarta: Intermasa.
Sugiono.(20114). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D: Cet.21. Bandung:Alfabeta.
M.Nur Rasaid, (2005). Hukum Acara Perdata: Cet.4. Jakarta:Sinar Grafika.
Rachmadi Usman, (2003). Perkembangan Hukum Perdata dalam Dimensi Sejarah dan Politik Hukum di Indonesia. Cet.1.Jakarta:Pustaka Sinar Harapan
Rinduan Syahrani, (2004). Seluk-Beluk dan Asas-Asas Hukum Perdata. Edisi ke.2.Cet.1.Bandung:Alumni
R.Soeroso, (2014). Pengantar Ilmu Hukum.Cet.14. Jakarta: Sinar Grafika
Soerjono Soekanto, (2014). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Edisi.1.Cet.23. Jakarta:Rajawali Pers
Soetandyo Wignjosubroto, ( 2008) Hukum dalam Masyarakat,Perkembangan dan Masalah Sebuah Pengantar Kearah kajian Sosiologi Hukum. Malang : Bayumedia Publishing
B. Sumber Peraturan Perundang-Undangan
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : M.01-Pr.08.10 Tahun 2007 Tentang Pola Penyuluhan Hukum
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M-01.PR.07.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M.HH-05.OT.01.01 TAHUN 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
C. Sumber Skripsi
Badria.S, Badri (2017) Peran Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Lampung Dalam Pemberian Pembebasan Bersyarat Terhadap Narapidana Di L apas Wanita Kelas II A. Skripsi tidak di terbitkan. Bandar Lampung :Fakultas Hukum Universitas Lampung.
Idris, Rifa’I (2013). Peran Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Tengah Dalam menyelesaikan Dugaan Pelanggaran HAM Sebagai bentuk pelayanan Komunikasi. Skripsi tidak di terbitkan. Jawa Tenagh: Fakultas Hukum Universitas Negri Semarang.
Faizal, Eka Rendytia.(2013). Peran dan Fungsi Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Tengah Dalam Melaksanakan Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Terhadap Orang Asing di Indonesia. Skripsi di terbitkan. Semarang: Universitas Negri
Published
2020-08-31
How to Cite
Darniasih, R., & Aulawi, A. (2020). PERAN PELAKSANA PENYULUHAN HUKUM KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM BANTEN DALAM SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NO. 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA. Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial, Dan Politik, 3(2), 160 - 175. https://doi.org/10.47080/propatria.v3i2.986

Most read articles by the same author(s)