PERANCANGAN TEKNIS PEMELIHARAAN JALAN PADA LAPIS PERMUKAAN RUAS JALAN SIMPANG TAKTAKAN-GUNUNG SARI KOTA SERANG PROVINSI BANTEN

  • Arzaqil Aufar Universitas Banten Jaya
  • Nila Prasetyo Universitas Banten Jaya
  • Syaiful Huda Universitas Banten Jaya
Keywords: Pemeliharaan Jalan, Penilaian Kondisi Jalan

Abstract

Ruas jalan yang mengalami kerusakan dapat disebabkan antara lain karena beban lalu lintas berulang yang berlebih (overloaded), faktor cuaca, serta mutu awal produk jalan yang kurang baik. Kondisi permukaan jalan yang mengalami kerusakan perlu dilakukan survey lapangan secara visual dengan mengetahui jenis kerusakan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan serta memberikan penilaian kondisi jalan sehingga memberikan cara perbaikan yang tepat. Metode Bina Marga Nomor 018/T/BNKT/1990 adalah salah satu sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi di lapangan dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan jalan. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode Bina Marga berdasarkan pada tingkat nilai 0 – 7. Nilai 0 – 3 menunjukan program peningkatan jalan, nilai 4 – 6 menunjukan program pemeliharaan berkala, dan >7 menunjukan program pemeliharaan rutin. Jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Simpang.Taktakan-Gunung Sari yaitu pelepasan butir, lubang, tambalan, retak memanjang, retak melintang, retak acak, retak buaya, dan amblas. Berdasarkan hasil analisis kondisi ruas jalan Simpang.Taktakan-Gunung Sari dimasukan dalam program pemeliharaan rutin dengan nilai sebesar 8. Dalam kondisi tersebut penanganan yang dilakukan adalah dengan menambal lubang serta memberikan lapis tambahan (overlay).

References

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga. (1990). Tata Cara Penyusuna Program Pemeliharaan Jalan Kota, No: 018/T/BNTK/1999. Jakarta
Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga. (1995) Manual Pemeliharaan Rutin Untuk Jalan Nasional dan Provinsi, No: 002/T/Bt/1995 Manual Jilid II. Jakarta
Direktorat Jendral Bina Masrga . (1987). Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Komponen, No 378/KPTS/1987. Jakarta
Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga. (1997) Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Jakarta
Departemen Pekerjaan umum Direktorat Jendral Bina Marga. (1987) Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan Raya
Evelyn,Margareth. Perbandingan Metode Bina Marga Dan Metode PCI (Pavement Condition Index), Universitas Nusa Cendana. Malang.
Hardiyatmo, Hary Christday. (2007). Pemeliharaan Jalan Raya. Gajah Mada
University press. Yogyakarta
Muhammad, Andika dan Elkhasnet. (2015). Perbandingan Penilaian Kondisi Jalan Dengan Metode
Bina Marga 1990 Dan Metode PCI Diruas Jalan Banda Kota Bandung. Bandung
Saputro,Dian Agung. Penentuan Jenis Pemeliharaan Dengan Menggunakan Metode Bina Marga (Studi kasus Kecamatan Jabung, Kab, Malang), Sistem.Vol. 10 No.2. Malang
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor34 Tahun (2006)Tentang Jalan
Sukirman, Silvia. (1999). Perkerasan Lentur Jalan Raya. Penerbit Nova. Bandung
Sukirman, Silvia. (2010). Perkerasan Lentur Jalan Raya. Penerbit Nova. Bandung
Supriyadi, Agus, (2013). Menghitung Rencana Anggaran Biaya. Penerbit Jakarta:Mediakita
Published
2020-03-05
How to Cite
Aufar, A., Prasetyo, N., & Huda, S. (2020). PERANCANGAN TEKNIS PEMELIHARAAN JALAN PADA LAPIS PERMUKAAN RUAS JALAN SIMPANG TAKTAKAN-GUNUNG SARI KOTA SERANG PROVINSI BANTEN. Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE), 2(01), 65-77. https://doi.org/10.47080/josce.v2i01.867